Daerah

Diduga Melakukan Penyerobotan, Oknum anggota POM Lakukan Pengosongan Rumah

BONE, targettuntas co.id. Muspida adalah istri salah seorang oknum anggota Polisi Militer (POM) terjadi konflik atas penyerobotan rumah milik Hj Andi Sumarni yang terletak di jalan Husen Jeddawi lorong 8 nomor 11 kelurahan Macege Kecamatan Tanete Riattang Barat Kabupaten Bone Sulawesi Selatan.
Salah satu kasus penyerobotan rumah yang di lakukan oleh Muspida yang sudah berjalan cukup lama, saat ini telah di laporkan ke Mapolres Bone.
Awalnya Muspida mengakui bahwa rumah tersebut miliknya yang telah di belinya dengan bukti kwitansi yang telah di tanda tangani oleh A.Syamsia tante dari Hj.Andi Sumarni.
Pada saat menandatangani kwitansi tersebut, menurut A,Syamsia ia mendapatkan tekanan dan paksaan dari suami Muspida salah satu oknum anggota Polisi Militer (POM),.

Ironisnya lagi kuitansi kosong yang ditanda tangani, senilai Rp 150 juta rupiah adalah sebagai bukti transaksi jual beli rumah tersebut.
“Sementata itu pemilik rumah Hj Andi Sumarni mengatakan,”rumah tersebut mengaku tidak pernah di jual, serifikat kepemilikan saya simpan dan atas nama saya ,bagaimana dia mengatakan kalau rumah itu telah dia beli,”ujarnya.
Sebelumnya di ketahui pihak Hj Andi Sumarni pernah melakukan somasi kepada Muspida pada tanggal 9 April 2019 lalu. Dalam somasinya meminta agar Muspida segera mengeluarkan semua barang miliknya di rumah tersebut, namun Muspida sama sekali tidak mengindahkan somasi itu, akhirnya tindakan penyorobotan yang dilakukan oleh Muspida dilaporkan ke pihak yang berwajib.
Rahmawati SH selaku kuasa hukum yang di dampingi oleh A.Harun Nur SH mengatakan, Polisi dalam memediasi kedua belah pihak sangat koperatif sehingga hasil kesepakatan bersama kedua belah pihak telah di lakukan yakni menginfentarisir barang milik Muspida dan Hj Andi Sumarni,”ungkapnya.
Lanjut di katakan, adapun masalah kasus yang lainnya melalui proses hukum tetap akan dilanjutkan.
Pada saat pengosongan rumah tampak terlihat Muspida begitu pasrah menyaksikan barang miliknya semua di keluarkan dari dalam rumah yang di huninya selama ini. Pengosongan rumah tersebut di saksikan oleh Tim Penyidik Polres Bone Aipda Agussalim serta kuasa hukum dari pihak Hj Andi Sumarni,
Pengosongan rumah tersebut dilakukan dengan aman pada tanggal 17 Maret 2020 setelah penyidik mempertemukan keduanya hingga terjadi kesepakatan bersama dalam kasus tersebut. Lap fath.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button