Daerah

Membangun Desa Bonto Salama Dengan Konsep Kearifan Lokal

SINJAI, targettuntas.co.id – Desa Bonto Salama yang berada di wilayah kerja Kecamatan Sinjai Barat Kabupaten Sinjai Sulsel. Desa ini memiliki 8 dusun, diantaranya dusun, Magala, dusun Lapparia, dusun Turungan Toae, dusun Baru, Tangnga Lembang, dusun Lembang, Sapo Tangnga dan dusun Carumbang dengan jumlah penduduk 3035 jiwa, serta dihuni sebanyak 835 KK.

Desa Bonto Salama yang dinakhodai, Arfah MAPPA terus melakukan berbagai inovasi dalam membangun desanya menuju desa Mandiri dengan berbagai program kerjanya. Tentunya memerlukan kerja keras serta niat ikhlas dalam mewujudkan desa yang maju. Dengan latar belakang ilmu dan pengalaman yang dimilikinya, sehingga desa Bonto Salama selangkah lebih maju menuju desa Mandiri.

Arfah menjelaskan, dengan adanya bantuan dari pemerintah baik itu dana anggarannya berasal dari APBD maupun dananya berasal dari Pusat berupa Dana Desa.

Alhamdulillah, dengan bantuan tersebut telah digunakan sesuai peruntukannya. Adapun anggaran dana desa program utamanya adalah membangun infrastruktur jalan, agar akses transportasi berjalan lancar, sehingga warga asyarakat dapat menjual hasil pertaniannya ke pasar tradisional, dengan demikian dapat meningkatkan perekonomian masyarakat desa Bonto Salama menjadi sejahtera, ungkap Arfah.

Sembari menambahkan, selain membangun infrastruktur jalan, juga menjadi skala prioritas adalah pemberdayaan masyarakat melalui berbagai pelatihan pelatihan keterampilan seperti pelatihan pengelolaan kopi, serta bantuan usaha perbengkelan, pertukangan dan usaha usaha rumah tangga seperti membuka salon, usaha kripik dll.

Terkait inovasi desa termasuk pemanfaatan bambu, bengkel Tekhnologi Tepat Guna (TTG), sementara untuk tahun 2020, dibangun embun terintegrasi wisata yang nantinya akan dikelola BUMDES seperti pengolahan kopi. Untuk kopinya berasal dari kopi lokal, yaitu kopi Arabika dan Robusta. Namun kedua jenis kopi asal desa Bonto Salama telah dipasarkan, baik ke pasar tradisional maupun ke kota Makassar. Akan tetapi tujuan utama dari pengolahan kopi yang dikelola oleh anak anak karang Taruna untuk menggiatkan masyarakat dalam membudidayakan tanaman kopi sebagai pengganti tanaman coklat yang diketahui memiliki banyak penyakit guna peningkatan ekonomi masyarakat.

Untuk itu, Kades Arfah benisiatif membangun kedai kopi disamping kantor Desa Bonto Salama.

Dengan berbagai program kerjanya telah mendapat dukungan masyarakat maupun aparat desanya. Arfah mengaku kalau konsep kerjanya membangun kebersamaan, kekompakan, transparasi untuk memujudkan desa Bonto Salama Maju dan mandiri, ungkap Arfah MAPPA kepada wartawan TT saat disambangi dikantornya, Senin (23/03). A.Akbar

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button