Daerah

Membangun Desa Barania dengan Konsep Kerja Keras

Desa Barania satu satunya Desa Wakili Kabupaten Sinjai Ke Tingkat Prop.Sulsel dalam Lomba Evaluasi Tingkat Perkembangan Desa

SINJAI, targettuntas.Co.Id. Desa Barania kecamatan Sinjai Barat Kabupaten Sinjai, Sulsel.Desa ini memiliki 3 dusun diantaranya, dusun Mattirohalia, dusun Kaddoro Bukkua dan dusun Passanti, dengan jumlah penduduk sebanyak 2280 orang dan dihuni 705 Kepala Keluarga (KK).

Sejak Desa Barania dinakhodai, Firman M.Mandolangeng dengan latar belakang ilmu dan pengalaman yang dimilikinya sehingga desa Barania mengalami perkembangan dan kemajuan, dengan sejumlah prestasi yang ditorehkan, seperti, juara 3 desa Siaga Aktif Tingkat Kabupaten Sinjai.

Kades Barania Firman, membangun kantor Desa Barania dengan jiwa seninya, sehingga kantor tersebut nampak ASRI, didepan kantor desa dibangun tempat pojok rokok, tempat dimana orang duduk santai sambil bercengkrama, baik tamu maupun aparat desa, ditempat tersebut dapat menikmati kopi sambil merokok.

Sementara depan kantor dekat pojok rokok ada kolam ikan dengan berbagai jenis ikan sehingga menambah selera betah.

Dengan jiwa seni Kades Firman, kantor desa Barania dibangun diatas ketinggian, sehingga ditempat pojok rokok yang tertata rapih itu, tamu dapat melihat situasi pemandangan dan kesejukan alam.

Kepemimpinan Firman selaku Kades Barania mendapat dukungan dari aparat desanya serta warga masyarakatnya, sehingga program kerjanya serta visi misinya berjalan sesuai yang diharapkan. Dengan modal kerja keras serta pembangunan karya nyata, desa Barania merupakan satu satunya desa mewakili Kabupaten Sinjai ke tingkat Sulsel dalam ajang lomba EVALUASI TINGKAT PERKEMBANGAN DESA.

Firman mengungkapkan saat disambangi wartawan TT, “saat ini program kerja saya lebih memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan, agar arus transportasi lalu lintas berjalan lancar sehingga dengan mudah warga masyarakat menjual hasil pertaniannya di pasar pasar tradisional bahkan dijual ke kota Makassar.

Dengan demikian roda perekonomian desa Balania bisa meningkat dan warga masyarakatnya akan sejahtera,’ ujarnya.

Sembari menambahkan, sebelum dirinya memutuskan pulang kampung pada tahun 2006, Firman juga mengaku pernah menggeluti dunia kewartawanan. Selain itu ia juga pernah terjun di dunia politik saat itu ia bergabung di Partai Golkar, dan terakhir bergabung di Partai PAN.

Saat Pilkades di helat di desa Barania ia mencoba menjadi salah satu kandidat dan Alhamdulillah berhasil meraih suara terbanyak sebagai pemenang Pilkades, dan warga masyarakat Balania diajaknya untuk kembali bersatu membangun desa Barania, ungkapnya.

Lanjut Firman, dengan jabatan ini merupakan amanah dan tanggungjawab besar yang harus diembannya.

Dengan latar belakang ilmu serta segudang pengalaman yang dimilikinya itu diterapkan dalam konsep program kerjanya.

Firman juga mengakui pernah bersama rekannya mencoba menggagas membentuk “Majelis Rakyat Konjo” (MRK) yang dikukuhkan oleh Syahrul Yassin Limpo yang saat sebagai Wagub Sulsel dimana FIRMAN M. Mandolangeng sebagai Ketua Umum.

Gagasan dibentuknya MRK adalah bagaimana mengangkat derajat KONJO menjadi salah satu bahasa, sebab bahasa KONJO ini tersebar dibeberapa Kabupaten, seperti Sinjai, warga Kajang Bulukumba, Selayar dan sebagian di Kabupaten Maros.

Dibelantara perkembangan MKR sudah memiliki ribuan anggota, namun gayun bersambut sejak dirinya memutuskan pulang kampung tahun 2006, MKR yang dibentuknya itu seakan Mati suri, sebab tidak ada lagi regenerasi pelanjut, urainya. //A.Akbar

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button