Barru

Proyek Kongkalikong Didepan Mata Bupati Barru

KPK Diminta Turun Tangan Mengusut Tuntas Sejumlah Proyek Bermasalah Di Kabupaten Barru yang Merugikan Negara Hingga Miliaran Rupiah

BARRU, targettuntas online. FERRY TANG warga etnis yang memiliki sejumlah perusahaan yang bergerak di bidang jasa konstruksi. Nama Ferry cukup dikenal sebagai salah satu kontraktor nakal dan juga kebal hukum. Kendati beberapa kali di beritakan di media cetak dan online terkait proyek yang dikerjakan sarat permasalahan serta pekerjaan asal jadi, namun kontraktor nakal ini tetap bebas dari jeratan hukum.


Ferry dinilai oleh rekanan sebagai mafia proyek kongkalikong, namun tetap saja mendapatkan proyek yang anggarannya miliaran hingga puluhan miliar.

Namun, Ferry Tang sang kontraktor nakal ini sudah kehilangan kepercayaan di sejumlah daerah kabupaten/Kota sebab pekerjaannya yang amburadul. Akan tetapi di kabupaten Barru Sulsel perusahaan Ferry masih mendominasi proyek yang nilai anggarannya cukup besar.

Walau sejumlah proyek yang dikerjakan Ferry menyalahi Bestek. Proyek kongkalikong Ferry, namun bupati Barru terkesan tutup mata maupun pihak penegak hukum dianggap mandul. Atau boleh jadi hasil korupsi secara berjamaah? Atau kontraktor nakal ini adalah peliharaan?

Seperti halnya proyek Cilellang-Cengkenge, jalan beton Lappalona di desa Harapan Kecamatan Tanete Riaja dan juga pekerjaan jalan betonĀ  MARETO-BARAMASE di desa Lipukasi Kecamatan Tanete Rilau yang anggarannya berasal dari anggaran perubahan APBD senilai 2.770.295.000;00 dengan volume 1040 meter, yang dikerjakan oleh PT. RATU LINGGA JAYA dengan masa pekerjaan 27 hari Kalender yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019.

Pekerjaan proyek miliaran ini menuai sorotan masyarakat, baik dari volume pekerjaannya tidak cukup, begitu pula sebagian besar cor betonnya tidak memakai besi. seperti diungkapkan warga masyarakat di TKP.

Warga masyarakat kepada wartawan media Targettuntas mengungkapkan, ” waktu saya pulang dari sawah sekitar jam 16.30 WITA saya sempat singgah melihat pekerjaannya dimana ada 2 mobil besar maksudnya mobil mixer menumpahkan campuran semen, waktu saya lihat ditengah ada besi namun setelah mobil besar itu menumpahkan semen campuran tersebut salah seorang pekerja menarik kembali besi dipindahkan ketempat berikutnya setelah campuran semen ditumpahkan pekerja menarik besi, berarti pekerjaan akal akalan untuk mengelabui masyarakat,”ungkap warga.

Warga yang enggan disebutkan namanya mengaku pernah menegur pekerja yang saat itu sedang bekerja malam, warga menegurnya karena campurannya ada sebagian batu besar sebesar kepalan tangan, namun sang pekerja mengatakan nanti batunya itu diambil, ujarnya singkat.

Lagi lagi sopir mixer setelah menumpahkan campuran semen sisanya dibuang disembarang tempat seperti dibuang diselokan sehingga selokan tersebut kini buntu, begitu pula tumpahan campuran semen bersiliwerang dijalan seperti depan sekolah. Para pekerja tidak membersihkan tumpahan campuran semen sehingga membuat rawan kecelakaan, urai warga.

Hanya beberapa bulan saja setelah pekerjaan dianggap selesai, jalan beton asal jadi di Baramase-Mareto kini sudah banyak yang retak menganga, kendati mereka sudah menempelkan semen jalan beton yang retak. Setelah hujan, kini semakin banyak yang retak, itu artinya pekerjaan PT. Ratu Lingga Jaya menyalahi Bestek.

Terkait sejumlah pekerjaan Ferry Tang yang amburadul, ketika hendak dikonfirmasi ketua PPK, Andi Indra yang juga kepala Bidang Bina Marga namun menurut stafnya bapak sedang tidak ada, oleh sejumlah pegawai Andi Indra diakui jarang masuk kantor. Sementara Kadis PU, H.Baharuddin yang dikinfirmasi TT, mengaku tidak tahu menahu pekerjaan tersebut karena tidak ada laporan dari pihak PPK, Kadis PU juga mengaku kalau Andi Indra Susah dihubungi termasuk menghubungi nomor ponselnya, ujarnya.

Sementara ada beberapa nomor ponsel kepala bidang Bina  Marga dinas PU yang juga ketua PPK Andi Indra yang sempat di catat wartawan TT dari stafnya, namun tak satupun yang aktif, sehingga dugaan proyek kongkalikong ini diberitakan.

Sementara Bupati Barru, H.Suardi Saleh yang dikonfirmasi wartawan TT diruang kerjanya terkait sejumlah proyek bermasalah di Kabupaten Barru yang dikerjakan oleh Ferry namun terkesan cuek, Silahkan Hubungi kadis PU, “seraya mengatakan saya ada urusan penting diluar, “ujarnya singkat.

Sementara ini Tim media Online TT masih terus melakukan investigasi lapangan yang kabarnya ada 16 titik pekerjaan Ferry Tang di Kabupaten Barru yang dianggap menyalahi Bestek. //Tim

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button