Barru

Tambang Ilegal Mengancam Nyawa Pengguna Jalan

BARRU, targettuntas online. Tambang golongan “C” yang di kerjakan oleh perusahaan PT. Cahaya Saga Utama di Kelurahan Mallawa, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru, Sulsel, perlu mendapat perhatian dari instansi terkait.

Mengapa tidak, karena dampak kerusakan lingkungan akibat penambangan tersebut dapat mengakibatkan longsor dan banjir bandang karna tidak ada lagi pohon yang dapat menahan arus air ketika musim hujan tiba.

Selain itu, masyarakat pengguna jalan juga merasa jiwanya terancam karna, sewaktu – waktu bisa saja kendaraan roda duanya tergelincir akibat tanah liat yang jatuh terburai dijalan dan ini mengakibatkan jalan menjadi licin, terutama pada saat turun hujan. Hal ini diungkapkan Syarifa yang akrab dipanggil Juminten, Ketua LSM Sank Markus ( Anti Makelar Kasus ) Cabang Parepare.

” Saya sebagai pengguna jalan yang sering lewat disini merasa terganggu dan bisa mengancam jiwa saya. Persoalannya, perusahaan penambang tersebut tidak memiliki tanda tanda kalau mobil keluar masuk dalam lokasi tambang. Untuk itu, perlu ada peringan secar tegas pada instansi yang terkait. Kalau perlu kegiatan penambangan tersebut ditutup kalau tidak mau mengindahkan aturan yang ada “, kata Juminten.

Lain halnya dengan Hasbullah Nur, Ketua LAKI ( Laskar Anti Korupsi Indonesia ). Menurut Hasbullah, truk pengangkut tanah hasil tambang tersebut memakai mobil sepuluh roda dengan tonase daya muat 30 ton. Yang dihawatirkan, hal tersebut dapat berdampak pada rusaknya jalan nasional karna tidak mampu menahan beban dam truk yang berkapasitas 30 ton.

Selain itu, lanjut Hasbullah Nur, yang sangat disayangkan, Idam sebagai petugas lapangan di tambang tersebut tidak mau memperlihatkan izin Dampak Lingkungan ( Amdal) yang dimiliki oleh PT. Cahaya Saga Utama. Alasanya, Amdal itu adalah dokumen negara dan ini adalah alasan yang dibuat buat. Berkaitan hal tersebut diduga keras PT. Cahaya Utama Saga tidak memiliki Amdal dalam melakukan kegiatan penambangan alias ” Ilegal “, kata Hasbullah Nur.

Sementara Idam sebagai pengawas lapangan saat ditemui terkait persoalan ini mengatakan, pihaknya sudah menugaskan dua orang untuk membersihkan tanah tanah yang berserakan dijalan.

Idam juga menjelaskan bahwa dam truk yang memuat tanah tambang akan ditutup terpal sebagaimana standar operasional yang sudah ditetapkan. Mengenai dam truk yang bertonase 30 ton dianggap tidak menyalahi aturan sebab, tidak mungkin pemerintah mengeluarkan izin pemuatan kalau bertentangan aturan, kata Idam.

Menanggapi pernyataan Idam tersebut, Bambang juga salah seorang pengguna jalan yang sering melintas di daerah tambang di Kelurahan Mallawa mengatakan, jalan negara tidak boleh digunakan untuk mengangkut hasil tambang, ungkap Bambang ( IS )

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button