Sulsel

Kadis Pertanian Rapat dengan Koptan Desa Bonto Manai


TAKALAR, targettuntas online. Baru baru ini, 20 Januari 2020 Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Takalar.H.Muh.Hasbi.S.STP.M.AP mendampingi Kabid Tanaman Pangan Prov.Sul Sel mengadakan rapat dengan kelompok Tani Desa Bonto Manai Kecamatan Mangarabombang Kabupaten Takalar Sulsel bersama PPL Kepala Dusun serta Kepala Desa yang bertempat di Aula Balai Penyuluhan Pertanian Kecqmatan Mangarabombang membahas Program Bapak Gubernur Prov. Sul-Sel tentang di
jadikannya Desa Bonto Manai sebagai pusat penangkaran bibit padi seluas 200 Hektar.

Lanjut Kadis H.Hasbi menambahkan, kegiatan ini berlanjut selama lima tahun dan semua biayanya di tanggung
oleh Pemerintah, jadi masyarakat hanya menyiapkan lahan dan mengerjakannya dan apa bila sudah cukup lima
tahun maka semua asset yang berada di lahan para petani itu menjadi miliknya sendiri seperti sumur Bor Pipa
atau selang yang berada dalam lokasi itu menjadi milik petani.

Oleh karena itu, ia berharap jangan disia siakan karena petani di bantu sumur pipa untuk selang untuk mengairi sawahnya tersebut semuanya gratis di tanggung oleh Pemerintah.

Karena ini, Program Gubernur. Karena mungkin Bapak Gubernur melihat lokasi ini semenjak jadi Bupati Bantaeng jika ke Makassar melewati Takalar sehingga Gubernur meliriknya, apa lagi Takalar itu pusat kuliner Jagung, sebab di Takalar jika masyarakat menanam jagung tidak bersamaan.

Oleh karena itu, tidak pernah putus setiap waktu jagung biasa di panen seperti yang kita lihat di Takalar tepatnya di Kecamatan Pattallassang penjual jagung Rebus tidak habis karena petani Takalar itu pintar mengatur waktu tanam akhirnya tidak pernah kehabisan jagung Rebus, ungkapnya mengakhiri kata sambutannya.

Namun di akhiri sambutannya Kadis menunjuk 3 Kepala Dusun di Desa Bonto Manai untuk di berikan bantuan Pompa 3 Inci.

Selanjutnya dilanjutkan tanya jawab terkait persiapan lokasi penangkaran Bibit padi pada tahun 2020. Tetapi setelah tanya jawab berlangsung, Kadis Pertanian Takalar sempat menyinggung masalah Pupuk Bersubsidi, apa langkah di lapangan atau bagaimana, salah seorang pengecer
Pupuk bersubsidi menjelaskan bahwa Pupuk itu tidak langkah cuma mungkin petani tersebut tidak ada namanya
dalam E RDKK akhirnya mereka itu tidak mendapatkan Pupuk Bersubsidi, karena sekarang di Pengecer punya
E,RDKK jadi siapa saja yang ada namanya dalam E,RDKK maka orang itulah yang berhak mendapatkan Pupuk Bersubsidi dengan harga Rp.90.000,- persatu Saknya dengan berat bersih 50 Kg kalau petani tersebut belum terdaftar namanya maka pengecer itu tidak memberikannya melainkan mengarahkan ke Pupuk Non Subsidi dengan Harga Urea Daung Buah Rp.260.000 dalam satu saknya dengan berat bersih 50 Kg sedangkan NPK Pelangi 16.16,16 satu Saknya Rp.325.000,- dan NPK Pelangi 20.10.10 dalam satu saknya Rp.285.000,- papar pengecer.
Sembari menambahkan bahwa di Gudang tidak pernah Kosong Pupuk karena semua pengecer khusus CV Anjas menyarankan agar jangan ada pengecer yang kosong Gudangnya sekurang kurangnya ada Pupuk Non Subsidi baik itu Urea Daun, ujarnya. //kan.tt

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button