Bone

Oknum Satpam PLN UP3 Halangi Tugas Wartawan

Oknum Satpam inisial (AH) yang bertugas di PLN UP3 Watampone dengan arogannya menghalangi Tugas Wartawan yang bermaksud konfirmasi kepada pihak PLN. Namun pada saat Andi Ida Wartawati media online Buser Kriminal.com bersama timnya akan melakukan konfirmasi terkait Bantuan Subsidi listrik bagi masyarakat miskin yang di duga ada kejanggalan, Rabu 8 Januari 2020. Tim media mendatangi kantor PLN UP3 Watampone Jln Jendral Sudirman. Saat itu Andi Martin Ida bersama Tim nya melapor kepihak satpam dengan tujuan ingin ketemu kepala PLN, tetapi kepala PLN dan Humasnya tidak ada di tempat, sehingga Martin menyuruh datang kembali Kamis 9 /1/2020.

Menurut Ida, kedatangan kami bermaksud melakukan klarifikasi terkait bantuan subsidi listrik, dimana sebelumnya kami sudah ketemu salah satu petugas PLN mewakili Humas yang diberi kewenangan menjelaskan pertanyaan kami, ujar Ida kepada Target Tuntas.com. pada hari Selasa,7/1/ 2020. setelah ada keterangan dari PLN.

“Kamipun konfirmasi keppihak dinas kependudukan dan catatan sipil dengan Dinsos yang berkompoten dalam hal ini. Ketika ada jawaban dari pihak terkait, saya dan tim media mendatangi kembali PLN untuk memperjelas masalah ini , tandas Ida.

Namun kenyataannya oknum Satpam AH sengaja menghalang-halangi kami, keluhnya.” Ada titipan pesan dari teman saya Andi Martin, katanya kartu pers bu Ida habis masa berlakunya, jadi maaf saya tidak bisa mempertemukan anda dengan pimpinan, ungkap AH.

Lalu Ida pun mengklarifikasi soal.ID card sementara di registrasi dan di perpanjang masa berlakunya oleh pimredku apalagi ini tahun baru, kalau memang ini aturan dari PLN kenapa bukan dari awal kami di halangi, ada apa? kesal ida. Bukan aturan dari PLN cuma teman saya yang sampaikan hal ini, papar AH” oh jadi begitu yah, kata Ida, namun sempat terjadi adu mulut, Ida dan AH, silahkan masuk ketemu bapak tapi anda tanggung resikonya kalau ada hal_hal yang tidak di inginkan,”ujarnya dengan nada seakan mengancam.

“Justru kedatangan saya konfirmasi kembali masalah ini, tidak usah, biar kami pulang kata Ida,
Andi Martin petugas Security mengaku Wartawan di salah satu media, entah media apa,, cetak atau online, yang menitip pesan ke AH, kalau memang dia wartawan dia mengindahkan aturan jurnalistik apalagi AH di duga dengan sengaja menghalang-halangi tugas wartawan yang melanggar UU nomor 40 tahun 1999 tentang pers pasal 18 ayat 1,” setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi kerja pers dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 tahun denda sebanyak 500 juta ‘ pungkas ida. (Ani Hasan ).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button