Bone

Aliansi Masyarakat Peduli Bone Unjuk Rasa Tolak Pembangunan Tower

Unjuk rasa Alliansi Masyarakat Bone menyambangi Kantor Bupati menolak pembangunanTower berlantai 10 yang konon kabarnya dianggarkan senilai 100 milyar rupiah, Kamis 2 Januari 2020, mereka menyerukan uneg-unegnya terkait hal itu.

Jendral lapangan Andi Adirman menegaskan, pemerintah daerah’ seharusnya memikirkan masyarakat Bone yang masih membutuhkan perhatian pemerintah,mengenai kebutuhan mendasar sifatnya urgent, termasuk sarana air bersih, infrastructure jalan dan jembatan,pendidikan,kesehatan,serta, peningkatan ekonomi kerakyatan.

Tak di pungkiri bahwa masyarakat Bone masih banyak prasejahtera,disisi lain bangunan kantor pemerintah masih layak di fungsikan. Bukannya kita tidak mendukung membangun Tower tetapi apa salahnya ditunda dulu dahulukan kepentingan mendesak,tegas Andi Adirman, di sela-sela orasinya.
Asisten 3 Andi Gunaldi Ukra mewakili Bupati di dampingi Andi Fajaruddin Kepala BKPSDM memberikan pemahaman kepada para unjuk rasa, sebenarnya 4 tahun lalu Bupati berencana akan membangun Tower namun belum direalisasikan dengan alasan ada skala prioritas yang lebih di dahulukan, apanya lagi yang belum dipenuhi oleh bupati, 20 persen dari APBD Bone dialokasikan ke sektor pendidikan,10 persen kesehatan 25 persen untuk infrastruktur dan 10 persen lagi ke Dana desa.

Tower ini untuk kebutuhan masyarakat juga memberikan pelayanan prima, itulah harapan kita, bayangkan saja masih ada 8 OPD yang tidak memiliki kantor.yang refresentatif seperti Dinas Perhubungan selama ini berkantor di Stadion Olahraga, dinas Kebudayaan menempati cagar budaya.Bola Soba (rumah adat) malulah kita kalau Bone jadi bahan perbincangan khalayak kenapa Bone tidak mampu bangun Kantor? Padahal anggarannya ada, apalagi kita lakukan. Hal ini sesuai aturan juga tidak mempengaruhi anggaran infrastruktur jalan, masing masing ada postnya papar Gunaldi,
Alliansi Masyarakat Peduli Bone melanjutkan Orasinya ke DPRD,sembari mendesak DPRD untuk menunda bangunan Tower tahun ini. Ketua komisi 1 Saifullah Latif dan wakil ketua DPRD Indra Jaya, menemui pengunjuk rasa, usulan Eksekutif terkait Tower kita sudah setujui secara kolektif oleh seluruh anggota dewan tahun anggaran 2020, tinggal menunggu implementasinya.
Pernyataan sikap yang tertuang dalam lembaran kertas, Alliansi Masyarakat Peduli Bone ada beberapa point yakni 1. Mendesak pemerintah daerah kembali pada RPJMD 2018-2023 yang dijabarkan dalam RKPD dengan skala prioritas kemiskinan,pelayanan dasar,data saing ekonomi,lingkungan dan stabilitas keamanan,

  1. Mendesak pemda menunda pembangunan hingga skala prioritas point pertama terpenuhi
  2. Meminta pihak DPRD meninjau kembali perihal penetapan pembangunan Tower
    Apabila point point tidak di indahkan dalam waktu.7×24 jam maka kami akan kembsli dengan skala lebih besar lagi.
    (Ani Hasan )

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button