Ragam

Oknum Pengacara Gadungan Berkeliaran di PN Enrekang

Berkembangnya rumor terkait Oknum pengacara gadungan yang selama ini berkeliaran menangani kasus perkara dari kliennya di Pengadilan negeri Enrekang,

Membuat sejumlah pengacara resmi’ pertanyakan hal itu, bahkan salah seorang advokat yang aktif dan memiliki sertifikat ber acara, sudah hampir 22 tahun merasa terusik dan kesal ‘ ulah oknum Advokat Abal-abal ‘tersebut’ ada seorang mengaku sebagai advokat magang inisial (RH ) tapi faktanya dia bukan seorang pengacara ‘ lantaran tak bisa membuktikan legalitasnya secara resmi dari lembaga Advokasi ‘ oknum tersebut dimasukan dalam surat kuasa, dengan status advokat magang dari tim kuasa hukum Sultani Law Firm, ‘ungkapnya ‘ saya sayangkan mengapa pihak PN Enrekang membiarkan hal ini terjadi? Bahkan di duga ketua PN seakan tutup mata, seharusnya dicatat siapa saja nama dari lembaga Bantuan Hukum ‘ yang terdaftar resmi di Pengadilan Enrekang,jangan diberikan ruang kepada oknum mengatas namakan advokat yang tidak memiliki sertifikat, bahkan sebelumnya ada juga berstatus PNS yang ikut ber acara, papar pengacara tersebut kepada Awak media, menurutnya melanggar pasal 31 UU No 18 tahun 2003 ,(Tentang advokat) setiap orang dengan sengaja menjalankan profesi advokat dan seolah-olah sebagai advokat tetapi bukan advokat seperti yang di atur dalam UU tersebut maka diancam pidana paling lama 5 tahun penjara, dan denda Rp 50.000.000(Lima puluh juta rupiah ) dan hal ini sangat merugikan pihak advokat’

dampak dari adanya oknum pengacara gadungan dimana tidak efektif lagi kinerja advokat profesional di kabupaten Enrekang, lantaran kurangnya kepercayaan masyarakat, terhadap advokat, sehingga kita yang profesional merasa tercoreng, keluh salah seorang pengacara kepada wartawan, bayangkan saja ‘ khususnya perkara perdata bagaikan gunung es, begitu banyaknya perkara perdata di Enrekang, tetapi masyarakat menghindari untuk kepengadilan, karena kendati berfikir biayanya terlalu besar ‘padahal tidak demikian, terutama bagi masyarakat yang tidak mampu tegasnya’ ” salah satu perkara yang pernah ditangani oknum pengacara gadungan, perkara perdata nomor 7 /pdt.G/2019 PN Enrekang di periksa di persidangan tergugat atas nama Drs Tajuddin, lagian oknum pengacara abal-abal itu,(RH) sudah sering menangani perkara, di PN, imbuhnya,

Di tempat yang terpisah saat di konfirmasi hal ini’ ketua pengadilan Negeri Enrekang, ‘ Karsena SH MH mengatakan’ tidak benar kalau ada pengacara ilegal yang terdaftar di PN Enrekang, kami tidak pernah memberi ruang kepada Advokat tidak resmi dan tidak memiliki sertifikat untuk beracara’ semua yang terdaftar di PN dari Asosiasi LBH seperti Peradi, KAI, yang sifatnya legal, bahkan kendati masuk di pos Bakum paparnya ‘ (tim )

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button